Israel sudah berdiri di Palestina selama kurang lebih 60 tahun. Jumlah yang sangat lama. Mereka menjajah Palestina dan hanya menyisakan Gaza saja yang belum futuh mereka taklukan. Di Gaza, ada sebuah tembok besar yang tak pernah berhasil diruntuhkan oleh Israel: Hamas. Bagaimanakah Israel berdiri?
Gerakan antisemit di seluruh dunia melahirkan reaksi balik berupa gerakan Zionisme sedunia, yang digagas oleh Dr. Theodore Herzl (1896), seorang Yahudi Hongaria di Paris. Menurut Herzl, satu-satunya obat mujarab untuk menanggulangi antisemitisme adalah adalah dengan menciptakan suatu tanah air bagi bangsa Yahudi.
Melalui pamfletnya yang berjudul “Der Yuden Staat,” Herzl mulai mempropagandakan cita-citanya tersebut. Awalnya Herzl belum menegaskan di mana letak tanah air bangsa Yahudi akan dibangun. Mula-mula disebut Argentina atau Palestina. Tetapi dalam kongres kaum Zionis pertama di Basel, Swiss tahun 1897, mereka menetapkan Palestina sebagai pilihannya.
For my self (off course) and friends : All about Religion, Education, Politics, and Life.
My Blog List
Tuesday, November 8, 2011
Mengenal Yahudi Anti Zionisme Israel
Selama ini kita hanya mengenal dan tahu kalau semua Yahudi adalah sama. Kaum Yahudi membantai umat Islam di Palestina. Yahudi biang kerok dari penjajahan terhadap bumi Palestina dan banyak lagi stigma yang tidak bagus yang disematkan terhadap kaum yang namanya Yahudi. Tapi ternyata tidak semua Yahudi seperti itu, bahkan ada Yahudi yang menentang agresi militer dan penjajahan Israel ke Palestina. Dan tulisan berikut sedikit menjelaskan Yahudi yang anti terhadap Zionis Israel (Jews Againts Zionism)
Neturei Karta
Neturei Karta (Bahasa Aram yang secara harfiah berarti Penjaga Kota) adalah organisasi tertua yang menentang gerakan dan ideologi zionisme. Dimulai pada abad ke-18, dengan pelopornya adalah kelompok Yahudi Ortodoks yang dipimpin oleh Rabbi Yisroel ben Eliezer(27 Agustus 1698-22 Mei 1760).
Neturei Karta
Neturei Karta (Bahasa Aram yang secara harfiah berarti Penjaga Kota) adalah organisasi tertua yang menentang gerakan dan ideologi zionisme. Dimulai pada abad ke-18, dengan pelopornya adalah kelompok Yahudi Ortodoks yang dipimpin oleh Rabbi Yisroel ben Eliezer(27 Agustus 1698-22 Mei 1760).
Monday, November 7, 2011
KONTROVERSI KEBANGKITAN NASIONAL
Mengkritisi Peran Boedi Outomo
Salah satu isu penting yang dikritisi adalah ketetapan pemerintah mengenai hari peringatan kebangkitan nasional. Kenapa harus tanggal 20 Mei dijadikan sebagai hari kebangkitan nasional? Kenapa harus Boedi Oetomo dijadikan simbolnya? Setidaknya dua pertanyaan fundamental di atas adalah gambaran wujud kegelisahan para sejarawan dan negarawan muslim.
Pemerintah menetapkan kelahiran BO sebagai hari peringatan kebangkitan Nasional pada tahun 1948. Saat itu kondisi bangsa tengah porak-poranda diterpa agresi Belanda dan terancam diistegrasi. Ki Hajar Dewantoro membicarakan kondisi pelik bangsa dengan menteri Mr. Ali Sastroamidjojo. Sehingga lahirlah ide untuk mengenang sebuah momen penting yang diperingati sebagai hari kebangkitan nasional. Usulan itu sampai ke telinga Bung Karno dan Bung Hatta. Akhirnya diputuskanlah 20 Mei yang notabene merupakan tanggal kelahiran BO sebagai hari peringatan yang dimaksud.
Keputusan yang dipandang aneh oleh sejarawan dan negarawan Muslim. Bagaimana mungkin kelahiran BO ditasbihkan sebagai hari bersejarah. Memang benar bahwa keabsolutan sejarah bisa berubah menjadi relatif bila sudah bersentuhan dengan kepentingan politik dan kekuasaaan. Realitas sejarah bisa dengan mudah didistorsi bila bertolak belakang dengan spirit dan ideologi kekuasaan. Sejarah adalah milik penguasa. Versinya adalah versi penguasa.
Membina Rumah Tanpa Teriakan
“Memang cuma kamu saja yang boleh berteriak, kalau aku yang berteriak kamu bilang aku berisik,“ ucap bu Anto membalas amarah suaminya dengan berteriak. Anak-anak pun lalu menutup telinga mereka. Pemandangan yang biasa terjadi dimana suami dan istri dirumah itu berteriak membuat anak-anaknya sampai berpikir, apakah ibu masih sayang pada ayah, apakah ayah mencintai ibu? lalu mengapa mereka berdua tidak bisa rukun.
Wednesday, October 5, 2011
Tinggalkan Indonesia, Belanda Taruh Orang-orangnya
Belanda yang memang tidak pernah suka Islam, dengan politik pendidikannya saat itu senantiasa memanggil anak-anak muda Indonesia yang cerdas ke sana. Dididiknya di sana dan dikembalikan ke Indonesia untuk menduduki jabatan-jabatan politik yang penting. Atau mereka mendidik tokoh-tokoh bangsa di sini, untuk dijadikan 'pion' pemikiran-pemikiran mereka. Soekarno Hatta WR Soepratman dll terjebak dalam politik pendidikan Belanda ini.
Saturday, October 1, 2011
Gulai Tambusu
Monday, September 26, 2011
Muhammad Subang, Penjual Pangsi Betawi
BAGI orang Betawi, busana yang satu ini pastinya sudah tak asing lagi. Serinng dikenakan untuk berbagai aktivitas budaya, pesta maupun sehari-hari. Busana ini terdiri dari celana panjang warna kuning atau krem, jas tutup berwarna putih, bersarung ujung serang, peci hitam atau destar, kaki berterompah dan golok disisipkan di pinggang. Dulu kala umumnya para pendekar atau jagoan Betawi mengenakan busana ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)